Kota Mojokerto

Published Juni 18, 2014 by riris vhygaristi

Budaya Kota Mojokerto :

1. Tradisi Grebeg Suro Majapahit

adalah tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Suro kalender Saka. Tradisi ini di pelopori oleh Yayasan Among Tani. Rangkaian kegiatannya antara lain : Ziarah ke makam leluhur dan pahlawan, pentas kesenian dan makanan rakyat, grebeg suro (arak-arakan dengan kostum era kejayaan Majapahit dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Tradisi Grebeg Suro secara keseluruhan dimaksudkan sebagai bagian dari ruwat agung (permohonan keselamatan dan kesejahteraan) bagi bumi nusantara.

2. Seni Bantengan.

Kesenian rakyat Bantengan berasal dari Kecamatan Pacet tepatnya di desa Made yang dahulunya merupakan desa yang berdekatan dengan lereng Gunung Welirang. Konon kawasan hutan tersebut banyak hidup bermacam-macam hewan liar termasuk diantaranya Banteng yang saat ini sudah punah. Pada saat itu, seorang penduduk desa Made yang bernama Paimin tengah memasuki hutan dan mendapatkan seonggok kerangka Banteng yang masih lengkap. Kerangka Banteng itu dengan susah payah dibawah pulang dan dibersihkan kemudian ditempatkan di salah satu tempat rumahnya.

Dari kejadian itu Paimin mendapat inspirasi untuk mengenang satwa Banteng dengan sebuah atraksi Atraksi itu dimainkan dua orang, 1 orang didepan memainkan kepala dan sekaligus sebagai kaki depan dan 1orang dibelakang sebagai pinggul sekaligus sebagai kaki belakang. Antraksi gerakannya menggambarkan, gerakan – gerakan dan sikap banteng sewaktu sedang berkelahi. Untuk menyemarakkan atraksi itu dilengkapi dengan musik terbang dan jidor. Dalam atraksi ditampilkan banteng sedang berlaga dengan satwa lain seperti harimau, kera dab burung bahkan mulai dikembangkan dengan kesenian pencak silat dan barongsai

3. Pengantin Mojopuri

Image

Di bidang seni dan budaya, Kabupaten Mojokerto mempunyai busana adat pengantin Mojoputri dan Upacara adat temu manten Mayang Kubro.

  • Pakaian Adat Pengantin Mojoputri
           Tata rias Pengantin Mojoputri sekar kedaton diangkat dari hasil penelitian sejarah. Busana Pengantin Mojoputri merupakan hasil akulturasi budaya yang berkembang sejak abad 13 hingga kini. Ciri yang mencolok, tata rias ini mengikuti corak dandanan jaman Mojopahit, jaman kebesaran Islam Demak,Mataram dan jaman penjajahan Belanda.
  • Upacara Adat Temu Manten Mayang Kubro
           Upacara adat ini diangkat dari perpaduan antara nilai tradisi Jawa atau Mojopahit dengan nilai Islami. Kata Mayang diambil dari kebesaran nama Raden Wijaya pada saat penobatan menjadi raja Mojopahit menggunakan mahkota dengan nama mayang mekar. Kubro bermakna agung, biasa dikaitkan dengan kegiatan ritual yang bernuansa Islam. Upacara adat Mayang Kubro di Kabupaten Mojokerto ini telah berhasil menjadi penyaji terbaik pada festival upacara adat se Jatim di Surabaya

4.  Ludruk

Ludruk termasuk seni teater tradisional yang sangat digemari oleh masyarakat Mojokerto. Untuk menarik para penggemar seni teater ludruk pada pegelarannya sudah mulai dikembangkan dan banyak kreasi baru. Penampilan yang lebih segar memberikan pesona tersendiri bagi penggemarnya. Kesenian ludruk terdapat di Kecamatan Kemlagi dan Jetis

5. Wayang Kulit

Dalam kitab arjuna wiwaha diungkapkan bahwa kesenian wayang sudah berkembang dan digemari masyarakat sejak zaman airlangga raja kahuripan, yang menurut beberapa sumber sejarah ditengarai terletak di wilayah kabupaten mojokerto. dari sumber cerita jawa menerangkan bahwa kesenian wayang juga dikembangkan pada masa pemerintahan raja sri aji jayabaya di mamenang kediri sejak tahun 930. Di kabupaten mojokerto kesenian wayang kulit dikembangkan oleh ki dalang ki asmoro dari bejijong trowulan dengan ciri khas daerah wayang versi trowulan. Dalang ki asmoro boleh dikatakan perintis dan sekaligus sebagai guru dari dalang-dalang di kabupaten mojokerto yang dikenal hingga saat ini

6. Kesenian Kuda Lumping

Kuda Lumping adalah gambaran dari sebuah refleksi proses kehidupan sosial masyarakat, dalam keberadaan dan perkembangannya di wilayah Kabupaten Mojokerto cukup positif.

Makanan Asal Kota Mojokerto :

1. Rawon

Image

Jika Yogyakarta identik dengan Gudeg nya, Sementara Sumatera Barat terkenal dengan Nasi Padang nya, daerah Betawi terkenal dengan Gado-Gadonya maka saat anda berada di Jawa timur cobalah untuk mencicipi salah satu masakan khas Jawa Timur, Rawon. Hingga saat ini belum benar-benar ada penelitian yang mampu menjelaskan asal usul masakan Rawon, ada sebagian yang menyimpulkan bahwa makanan rawon ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit sebagai masakan untuk kaum raja dan para bangsawan, hal inilah yang membuat Rawon Mojokerto dianggap sebagai Rawon yang paling dekat dengan keluarga Kerajaan, mengingat pusat Kerajaan Majapahit jaman dulu adalah di sekitar Kabupaten Mojokerto.

Namun hampir di seluruh daerah di Propinsi Jawa Timur memiliki ciri Rawon masing-masing, seperti halnya nasi pecel yang juga menyebar di seluruh pelosok Jawa Timur. Rawon Mojokertobukan satu-satunya trademark rawon yang ada di Jawa Timur karena jika anda berjalan ke arah Surabaya maka banyak sekali warung-warung membuka lapaknya dengan dagangan Rawon yang diklaim asli Surabaya dan mereka tak segan-segan dengan tulisan besar menulis di bagian depan warung mereka dengan tulisan Rawon Asli Suroboyo, begitu juga saat anda pergi ke Malang, Lamongan dan beberapa daerah pesisir lain nya. Perkembangan Rawon dari dulu hingga sekarang tidak terlalu berubah, Rawon masih identik dengan bumbu kuah hitam yang mengguyur nasi putih hangat dalam semangkuk lengkap dengan potongan dagi sapi dan tauge yang dibiarkan terpisah di sisi lain piring.

Kendati ada beberapa varian rawon yang mulai dikembangkan seperti Rawon Setan yang identik dengan rasa pedasnya, rawon dengkul yaitu nasi rawon yang dicampur dengan iga dan dengkul sapi atau rawon lidah yang mengganti daging sapi dengan irisan daging lidah, namun tetap saja Rawon Mojokerto tidak kehilangan pelanggan nya. Masakan rawon adalah salah satu masakan yang tidak memerlukan bumbu rumit karena bumbu-bumbu yang diperlukan seperti Keluwak, bawang merah, bawang putih, lengkuas, serai, ketumbar, kemiri dan jeruk serta garam sangat mudah diperoleh di pasar-pasar tradisional.

2. Krecek Rambak

Krupuk yang sering bikin kita ‘kelolotan’ ini tampaknya belum begitu terkenal dikalangan masyarakat mojokerto sendiri sebagai makanan kahs tanah kelahiran. tepatnya di Dusun kauman, Jabon (Mojokerto). 150M masuk ke dusun Kauman, kita sudah bisa melihat rumah ibu Afi, pengrajin krecek rambak.

3. Onde – Onde

Image

Onde-onde adalah sejenis kue jajanan pasar yang populer di Indonesia. Kue ini sangat terkenal di daerah Mojokerto yang disebut sebagai kota onde-onde sejak zaman Majapahit.Onde-onde dapat ditemukan di pasar tradisional maupun dijual di pedagang kaki lima. Onde-onde juga populer khususnya di daerah pecinan baik di Indonesia maupun luar negeri.Onde-onde terbuat dari tepung terigu ataupun tepung ketan yang digoreng atau direbus dan permukaannya ditaburi/dibalur dengan biji wijen. Terdapat bermacam-macam variasi, yang paling dikenal adalah onde-onde yang terbuat dari tepung ketan dan di dalamnya diisi pasta kacang hijau. Variasi lain hanya dibuat dari tepung terigu dan diberi warna pada permukaannya seperti putih, merah, atau hijau yang dikenal sebagai onde-onde gandum, yang merupakan onde-onde khas dari kota Mojokerto.

4. Keciput

Sepintas kue keciput ini bentuknya memang mirip dengan kue onde-onde. Kue yang sama-sama digoreng ini perbedaannya terletak pada bahan isinya. Kalau kue onde-onde biasanya diberi bahan isi berupa kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang merah dan sebagainya, sedangkan kue keciput ini tanpa bahan isi.Kue keciput ukurannya juga lebih kecil daripada kue onde-onde, dan lebih sering disajikan sebagai kue kering untuk hari raya atau sebagai cemilan pengisi waktu luang, dengan rasanya yang gurih dan lezat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: